No comments yet

Event Malari : Nasgor Rasa Politik Berhadiah Uang Receh 5 Juta

Event jenaka “MALARI : Lomba Masak Lima Belas Januari Seniman & Budayawan Yogyakarta” yang rencana digelar Senin 15 Januari 2018 pukul 15.00 – 17.00 di XT Lane (Spot Baru Kuliner Outdoor XT Square) dipastikan bakal berlangsung meriah dan penuh canda tawa.

Sebanyak 50 orang seniman budayawan termasuk para komedian kondang Yogyakarta ikut memeriahkan event Malari dengan menu lomba nasi goreng.

Panitia melalui dewan juri akan memilih 10 pemenang lomba masak nasi goreng. Yang menarik kesepuluh pemenang akan menyandang nama-nama nasi goreng dengan rasa politik seperti Nasgor Lengser Keprabon, Nasgor Aman Terkendali, Nasgor Isih Penak Zamanku Tho, Nasgor Subversif, Nasgor Salah Prosedur, Nasgor Kambing Hitam, Nasgor Nepotisme dan lain sebagainya.

Pemilihan nama-nama nasi goreng rasa politik sebagai upaya mengajak masyarakat merefleksikan situasi politik secara jenaka. Sekaligus pula memberikan permenungan bahwa kebebasan politik dan demokrasi yang ada pada saat ini diperoleh melaui proses perjuangan panjang bahkan melalui horor represi politik Orde Baru. Ini jadi semacam pembelajaran pembangunan bangsa bahwa semestinya meletakkan kebudayaan sebagai panglima.

Hal menarik dari lomba yang memperebutkan hadiah total sebesar 5 juta rupiah ini adalah kesepuluh pemenang masing-masing berhak membawa pulang uang tunai sebesar 500 ribu rupiah dalam bentuk uang receh. Terdiri atas uang receh seribuan rupiah dan limaratus rupiah.

Pemilihan uang receh sebagai bentuk pesan moral gotong royong dan kebersamaan, yakni bahwasannya sesuatu hal yang kecil atau sedikit jumlahnya jika dipersatukan akan menjadi besar dan berguna.

Hingga hari ketiga semenjak informasi lomba ini disiarkan tercatat ada 50 peserta seniman budayawan yang mendaftar. Mereka antara lain Ampun Sutrisno, Achmad Charris Zubair, Adam Sheila on 7, Ari Wulu, Anang Batas, Astuti, Bambang Heras, Bimo Wiwohatmo II, Dewan Teater Yogya, Dewo Plo, Dadik Jikustik, Dibyo, Eko Bebek, Fauzan, Godod Sutejo, Hari Dendi, Hajar Pamadhi, Hendro Plered, Heri Machan Antherock, Joko Santosa, Kelompok Swara Ratan, Komunitas Kembang Adas Ami Simatupang dkk, Ketoprak Agung Budi Aji, Ledek Sukadi, Lilik Shaggydog, Lusi Laksita, Setyowati, Marwoto Kawer, Maya Kumandang, Ons Untoro, Obrolan Angkring TVRI, Omah Petruk, Pardiman Djoyonegoro, Rina Rika Anggita, Sanggarbambu, Sanggar Gito Gilang, Sanggar Kesenian Pasar Kota, Sri Krishna, Sugeng Iwak Bandeng, Sunyahni, Sigit Sugito, Sanggar Tradisi Randu Alas, Sanggar Seni Manggala, Sanggar Tari Ramayana, Slamet Naturalism Painting, Sofyan Metall Aggression, Komunitas Srawung, Sudargono, Teater Semero, Teater Ongkek, Teater Masa, Tedjo Badut, Totok Rahardjo, Wiwik Pungky, Yati Pesek, Yanjangkrik Jogja, Yuli-Kabul dan lain sebagainya.

Seniman entertainment Anang Batas mengatakan kesiapannya mengikuti lomba, “Kami akan hadir dengan formasi komplit Trio A SELOsoSELO yakni Anang Batas, Alit Jabang Bayi dan Awangizm,” ujarnya.

Presenter senior sekaligus praktisi publik speaking Lusi Laksita mengungkapkan event lomba masak kali ini pesertanya paling pepak. “Enak nggak enak yang penting mangsak. Senangnya saya diajak. Ayo hari Senin di XT Square, monggo pinarak….” ajaknya.

Peserta lain yakni pimpinan Sanggarbambu Totok Buchori berkomentar, “Kalau dahulu kita demo menentang pemerintah, kali ini kita demo memasak. Tak ada kaitan sama sekali tapi ini sungguh asyik. Empat puluh empat tahun yang lalu peristiwa Malari terjadi. Ibarat cermin sudah kusam. Mari kita bercermin siapa kita. Dengan demo memasak kali ini barangkali kita bisa menemukan wajah kita di cermin yang buram,” ujarnya.

Saat lomba masak berlangsung baik peserta maupun pengunjung akan dihibur oleh penampilan Hasoe Angel’s. Acara dipandu oleh Sugeng Iwak Bandeng, Aldo Iwak Kebo dan Retno.

Bertindak sebagai dewan juri antara lain GKBRAy Paku Alam dan bu Yani Saptohoedoyo.

Lokasi lomba menempati spot baru yang ada di XT Square yakni XT Lane venue kuliner outdoor yang di klaim terbesar di Yogyakarta.

Event Malari Lomba Masak Lima Belas Januari 2018 Seniman Budayawan Yogyakarta digagas sejumlah kalangan yakni Indra Tranggono, Surasa Khocil Birawa, Wawan Isnawan, Widihasto Wasana Putra, Tri Agus Susanto Siswowiharjo, Nano Asmorodono dan Anggoro Suharjanto.

Post a comment

Read previous post:
Bincang Santai Bersama Prof. Mahmud MD di Warung Musik Kampayo

Malam ini Talk Show bincang-bincang santai bersama Prof. Mahmud MD di Warung Musik Kampayo XT Square yang akan dimulai pukul...

Close