Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengimbau agar pelaku UMKM mulai mempersiapkan diri untuk melantai dan mencari modal di bursa efek. Menurutnya bila UMKM mau naik kelas salah satu caranya adalah menjadi perusahaan terbuka dan menawarkan sahamnya ke masyarakat.
Teten menyebut pelaku UMKM bagaikan ‘pasukan semut’. Meski bentuknya kecil, kapasitasnya dalam perekonomian Indonesia sangat besar. Maka dari itu, peran UMKM tak bisa dianggap remeh.

“UMKM punya kontribusi besar untuk ekonomi nasional. 61% PDB kita kontribusinya itu dari UMKM. 97% lapangan kerja disediakan oleh usaha mikro. Jangan dianggap enteng nih, ‘pasukan semut’ ini,” ujar Teten saat menghadiri pencatatan saham perdana SKB Food atau yang biasa dikenal sebagai pengelola Kebab Baba Rafi, Jumat (5/8/2022).

Menurut Teten, SKB Food harus menjadi contoh sebagai pengelola franchise kaki lima berani untuk melantai di bursa efek. Dia meminta UMKM untuk memiliki tata kelola perusahaan yang baik sehingga bisa menawarkan sahamnya ke publik.

“Puncak program UMKM naik kelas adalah saat UMKM go public di bursa,” tegas Teten.

Program Urun Dana
Bagi UMKM yang belum siap melantai di bursa, Teten mendorong agar pelaku usaha mencari informasi dan menjajal program urun dana alias security crowdfunding (SCF) di Bursa Efek Indonesia.

“Saat ini UMKM yang belum siap melantai di bursa kami dorong untuk diunkbasi melalui platform security crowdfunding. Ini bisa untuk siapkan UMKM bisa jadi emiten di Bursa Efek Indonesia,” imbau Teten.

Teten juga mengapresiasi BEI yang memberikan dua papan perdagangan saham khusus untuk usaha kecil, yaitu papan pengembangan dan akselerasi.

“Saat ini jumlah emiten skala kecil menengah ada 425 perusahaan, 444 emiten di papan pengembangan dan 21 di papan akselerasi angka ini besarkan kita semua,” papar Teten.

“Ke depannya kita perlu dorong UMKM masuk pasar modal,” sebutnya. Sumber


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.