Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus menggencarkan upaya vaksinasi dengan menyasar setiap kalangan warga kota. Salah satunya seperti para pelaku olahraga melalui KONI. Vaksinasi pelaku olahraga dilaksanakan hari Sabtu (14/08), bertempat di XT Square.

Terdapat total 142 peserta yang mengikuti vaksinasi pada kesempatan tersebut. Angka tersebut diungkapkan oleh sekretaris umum KONI Kota Yogyakarta, Iriantoko Cahyo Dumadi.

“Vaksinasi ini teruntuk utama bagi pelaku olahraga di Kota Yogyakarta. Dari atlet, pelatih, dan lain sebagainya supaya bisa divaksinasi. Sewaktu kita kumpulkan ada 414 peserta dari 39 cabang olahraga. Kita ajukan vaksinasi ini ke Wali Kota, kemudian Dinas Kesehatan, lalu juga ke Kominfosan sebagai pemegang sistem informasi di Jogja Smart Service,” terang Iriantoko.

“Pada vaksinasi ini, karena calon peserta ada yang mengikuti atau sudah mendapatkan vaksinasi di tempat lain, total pesertanya ada 142 orang. Sebenarnya juga ada ketidaksesuaian teknis seperti jenis vaksin AstraZeneca yang tidak bisa disuntikkan untuk penerima di bawah 18 tahun,” lanjut Iriantoko. 

Iriantoko juga menjelaskan KONI Kota Yogyakarta mendukung program vaksinasi sepenuhnya. Siapa saja dari kalangan olahraga bisa dibantu untuk mendapatkan vaksinasi.

“Kita kemarin sudah mengajukan siapa saja dari kalangan olahraga yang mau bisa lewat KONI Kota Yogyakarta. KONI juga komunikasi selalu dengan Kominfo untuk panduannya terkait JSS. Target kita semua pelaku olahraga di Kota Jogja bisa mendapatkan vaksinasi lewat KONI,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, juga hadir dalam acara vaksinasi. Heroe menjelaskan bahwa terdapat dua model vaksinasi yang melibatkan masyarakat.

“Pemerintah selalu mendorong vaksinasi. Mobilisasi masyarakat bisa dengan organisasi olahraga atau komunitas-komunitas. Maka kami mengucapkan terima kasih bagi komunitas-komunitas yang sudah mendorong anggotanya untuk mengikuti vaksinasi,” ujar Heroe.

“Ada dua model vaksinasi dengan komunitas. Model pertama, bagi komunitas yang mempunyai dokter dan tempat, Pemerintah Kota Yogyakarta bisa bantu vaksinnya. Model kedua, yang tidak ada dokter dan tempat, bisa berbagi dengan masyarakat umum. Saya mengajak rekan-rekan komunitas untuk mengedukasi dan mendorong teman-temannya untuk mengikuti vaksinasi seperti di XT Square ini,” pungkasnya. (Fjr)


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *