fbpx

Apa Itu Isra Miraj? Berikut Pengertiannya

Dipublikasikan oleh admin pada

Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ke langit yang dilakukan pada malam yang sangat bersejarah.
Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad ini menjadi sangat penting posisinya bagi umat Islam. Sebab, pada peristiwa itulah Nabi mendapatkan perintah salat lima waktu.

Tahun 2024 ini, umat islam akan merayakan peringatan Isra Miraj pada hari Kamis, 08 Februari 2024 atau bertepatan dengan 27 Rajab 1445 H.

Lantas apa itu Isra Miraj sebenarnya? Apa tujuan dan hikmah di balik peristiwa mulia tersebut? Berikut ulasan lengkapnya dirangkum Team Marketing XT Square dari berbagai sumber.

Pengertian Isra Mi’raj

Isra Miraj merupakan perjalanan suci yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini sekaligus menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah.

Mengutip dari laman NU Online, Isra dan Miraj adalah dua kata yang memiliki arti yang berbeda. Kata Isra’ menurut bahasa artinya perjalanan di malam (al-Munawwir: 1984:671). Sementara kata Miraj bermakna tangga untuk naik ke atas (al-Munawwir: 1984:981).

Dengan begitu pengertian Isra yang dimaksud adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid al-Aqsha di Palestina. Sementara pengertian kata Miraj adalah perjalanan menuju ke Sidrah al-Muntaha.

Sidrah al-Muntaha adalah satu tempat di atas langit yang tertinggi. Tempat ini bersifat ghaib dan tak terjangkau oleh pikiran manusia.

Isra Miraj adalah dua perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam. Dalam perjalanan ini Nabi bersama dengan malaikat Jibril dengan mengendarai buraq.

Kapan peristiwa Isra Mi’raj terjadi?

Terdapat banyak pendapat mengenai kapan terjadinya peristiwa Isra Miraj ini. Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Isra Miraj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah, sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah.

Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun 10 kenabian. Al-Maududi dan mayoritas ulama berpendapat hal itu sekitar tahun 620-621 M.

Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut. Beliau berpendapat bahwa Khadijah ra meninggal pada bulan Ramadhan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Sementara pada saat itu, belum ada perintah salat lima waktu.

Syaikh al-Mubarakfuri sendiri menyebutkan 6 pendapat tentang tentang waktu kejadian Isra Miraj. Namun demikian tak satupun yang dapat dipastikan.

Karena itu, peristiwa Isra Miraj sendiri tidak diketahui secara pasti.

Nah itulah penjelasan tentang apa itu Isra Miraj.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *